Kamis, 27 Desember 2012

kembali bersiap tuk berperang

tidak ada lagi kamu disini yang duduk diam, menunggu aku kembali berjuang!

aku duduk bersila di persilangan ujung tembok 4x5meter ini dengan baju zirah yang aku gunakan tuk berjuang semalaman kemarin.
biasanya ada kamu yang membawakan segelas anggur
lalu kita tertawa bersama sambil bercerita berapa banyak kesulitan yang kubunuh? 
berapa orang yang ku sentuh?

sekarang aku merenung sendiri enggan melepas baju zirah ini, menuggu kamu yang mungkin akan datang dan menawarkan secawan anggur lagi.

tidak!
tidak seperti ini harusnya! 
aku harus bersiap karena peperangan esok hari mungkin akan merenggut nyawaku jika aku tidak bersiap


untuk jiwaku yang enggan melepas baju zirah berat itu!

Senin, 22 Oktober 2012

Jalan kembali . .



Hanya sedikit coretan yang dapat kuselamatkan
 dari ribuan lembar kertas bertuliskan kisah aku dan kamu!
Aku mengenal kamu, sebelum segala kilatan cahaya menerpa wajahku, serta puluhan wanita hilir mudik dihadapaku.Kulayangkan kembali anganku kembali ke masa itu, ketika pakaian dinas putih abu-abu kita gunakan 2 kali dalam seminggu.
 Waktu itu rambutku masih sebatas kerah baju, belum ada rambut halus atau jangut yang tebal menghiasi dekat bibirku. Belum ada asap urban, dan cairan modern yang singgah dan menenggelamkan aku! Aku masih teralu polos dan puth, begitu juga kamu!
Aku masih teringat ketika aku mulai melakukan percakapan denganmu! Pukul 09.45 pagi, didepan tukang nasi campur, Aku menegurmu! Dan bertukar nomor telepon, semenjak itu hanya aku, kamu, dan kabel telepon yang tahu apa yang sedang kita bicarakan!
Hahahaha  . . .
Jika harus menulisnya semua, mungkin tetralogi buku pun tidak mampu! Ribuan jam, ratusan hari, dan lebih dari 10 ton perasaan tercurah hanya untuk kamu, kamu!
Jutaan langkah kupergi berlari, menjauh!
Ke hutan, ke goa, ke belukar, ke laut!
Akhirnya aku kembali bertelut!
Cuma kamu!
 . . . .

Kamis, 04 Oktober 2012

tanya kepada diri!

ribuan pertanyaan pernah dilemparkan kepadaku!
dan aku masih mengingatnya satu demi satu.
namun pertanyaan yang dilemparkan kemarin petang itu hampir saja membuatku terbunuh!

semua yang lo jalanin sekarang, bener-bener berasal dari hati lo? 
atau karena lo terjebak ga bisa keluar dan akhirnya lo nyaman?

---

kalau menurut lo sendiri? gimana?

Kamis, 20 September 2012

Alunan doa

Luapan kesedihan, dan jerit isak air mata tidak membawa kamu kembali,

Alunan nada doa, akan membuat kamu tersenyum manis diatas sana.

Secarik surat didalam kotak

Jejak itu masih tercecer di samping rumah, dibelakang halaman, disudut sempit belakang kepalaku, dihatiku.

Seketika kopi pahit yang sedianya kuseruput, terbelah 2 gelasnya pagi itu Awan hitam seketika mengerubung disekitar. Firasat tak menentu, berkecamuk, kepalaku terasa terantuk lalu tertunduk.

30an kilometer jauhnya darisini kamu terlintang kaku. Tak ada yang tahu.
Kamu naik kereta cepat menuju tempat baru pagi itu.

Tanpa ucap terima kasih, peluk hangat dan kecup nikmat. Kau melangkah anggun naik kereta itu. Kepalamu sekali keluar berharap ada yang melambaikan sapu tangan salam perpisahan kepadamu, nyatanya tidak. Tidak juga aku yang sibuk berkutat di depan komputer besar ini.

sekembalinya pulang, kulihat ruangan itu kosong, dindingnya tetap putih dan porselennya mengkilap, minus kotoran dan debu. Tidak ada lagi kau yang duduk manis menunggu aku hingga aku pulang. Meski tengah malam kau terbangun dan berharap aku menegur barang semenit sebelum aku masuk dan terlelap.

Kamu ya kamu, semoga kau sudah sampai disana. Berlarian dirumput luas dengan kawananmu. Titip salam untuk dia ibu dengan 12 anak, mungkin anaknya sudah besar dan dia sudah menjadi nenek. Juga untuk pejuang kekar yang namanya kuambil dari tokoh sentral film mafia. Tidak lupa juga untuk si pirang yang mungkin makin gemuk disana.

Sampai hari ini aku lupa bertanya apakah kamu sedang mengandung? Kalau iya, si putih ini bersedih karena kau duluan membawa si kecil di perutmu, segeralah melahirkan dan kirim gambar kemari.

Untuk kamu yang selalu ada didalam kotakku.

Pandora

Senin, 27 Agustus 2012

sela 6

Ketika storyline cerita berubah,
storyboard berubah,
shotlist berubah,
akhir cerita berubah.

Limitasi rencana

Jika rencana A tidak berjalan maka kita masih mempunyai 25 rencana untuk melakukannya.

Lalu jika rencana 1 tidak berjalan kita memiliki rencana yang mungkin tidak terhitung dan tidak terhingga.

Aksara!

a,b,c,d,.!,1,2,3, :"

Liuk aksara Membuka jendela rapat berisi miliaran informasi.

Seruan indah, atau destruktif terangkum mantap dengan komposisi yang tepat.

Tidak hanya tulisan kaku dan tegap tetapi indah nan lincah!

Kucoba mencacah suatu kata, ternyata merubah makna lalu kemungkinan hilang dan sirna!


Kuda hitam

Kuda besi hitam ini liar sekali berlari, aku tak mampu mengejarnya dari kemarin sore.

Siang ini aku mendapatkan senjata untuk menaklukannya. Aku akan mencoba mengejarnya dan menangkapnya.

Istal indah nan nyaman sudah tersedia, semoga dia betah dan nyaman.

Harapku, esok petang ia sudah duduk tersenyum di samping rumah

Senin, 20 Agustus 2012

Hilir mudik Hari raya.

Kursi kayu panjang ini melekat erat di bokongku. Aku terdiam terpaku sambil melipat tangan menyaksikan pertunjukan langsung ini.

Ratus ribu kendaraan mondar-mandir tepat di sisi sebelah selatan tempatku.

Termanggu, terdiam!

Apa yang mereka kejar?

Rupanya hari raya besar telah tiba. Jutaan langkah kaki mereka dari tempat asal, membuat mereka lekas ingin kembali memori tempo lalu!

Selamat hai kawan, hari besar telah datang! Rayakan kemenangan!

Kelakar terbakar

Kelakar tanpa ujung dan akar, berakhir dengan ratusan kertas terbakar di udara. Entah sampai kapan kau terus berkelakar?

Hujan, kamu, dan anggur!

Seribuan rintik hujan jatuh menghujami kepalaku, seratusan foto dirimu terus memukul kepalaku, sepuluhan botol anggur menambah beratnya!

Dunia rekaan!

Malam belum sepenuhnya terkubur dan pagi masih jauh dari bangkitnya.

Aku duduk termenung diam di ujung jalan kosong di tepi selatan kota jakarta. Kucing-kucing liar yang berebut makanan di tong sampah mulai mengusik ketenangan yang perlahan sedang kubangun.

Alam bawah sadarku mencoba membawa ragaku kedalam dunia imajinasi yang sedang kurancang.

Kupaksa ragaku menaiki kereta yang bertujuan ke suatu tempat yang telah kurancang. Tempat dimana cinta dan sayang bersatu tanpa cela. Benci dan kejahatan terkubur didalam suatu tempat yang hitam dan kosong, terkunci dan entah dimana kuncinya.

Tak ada agama, suku dan ras yang menjadi sandungan seperti disini!
Tidak ada yg mempertanyakan siapa itu Tuhan, Dia Tuhanmu, ini Tuhanku! Saya dari sini, kamu dari sana! Kami ada dan eksis karena satu tujuan mulia!

CINTA

Mari sebarkan cinta tanpa melihat ini dan itu!

Ratap ranting

Perlahan kudengar ratap ranting diluar.
Sepi dan dingin terus menusuk dan menggangunya!

Ranting tak bisa bersembunyi, ia terus meratap tapi tak satupun mahluk yang menatap!

Kala sepi makin menggelayut, ia terlihat makin kusut.
Ia kusut namun tetap kuat dan tidak busuk.

Seribuan hari sepi menggelayut, dia tetap tidak kalah dan tidak takut. Ia semakin kuat kuat kuat!

Kala sepi makin menggelayut, ia terlihat makin kusut.
Ia kusut namun tetap kuat dan tidak busuk.

Rabu, 15 Agustus 2012

si penjaga malam

Undangan tuk datang ke pesta mimpi malam ini ku buang jauh-jauh.
Aku memiliki banyak pekerjaan yang tak bisa kutinggal pergi. Entah apa yang terjadi, disaat jutaan lain terlelap, aku terjaga bak singa menjaga kawanannya.

aku berkutat dengan banyak angka dan garis malam ini, laporan ini harus selesai dalam 2 hari. Aku mencoba mencari celah, dimana dapat kupotong sehingga aku mendapatkan bagian di tempat ini.

Undangan tuk datang ke pesta minpi malam ini ku buang jauh-jauh.
Aku memiliki banyak pekerjaan yang tak bisa kutinggal pergi. Entah apa yang terjadi, disaat jutaan lain terlelap, aku terjaga bak singa menjaga kawanannya.


Sabtu, 28 Juli 2012

Hei anak manusia!

hei anak manusia!

tidak lelahkah engkau terus berkelakar sepanjang hari?
membahas ratusan topik ide dan materi
dari akar hingga zakar!

hei anak manusia!

tahukah kamu darimana kamu berasal?
rahim ibumu 
ataukah batu?

hei anak manusia!

tahukah kau apa itu hidup?
apa itu mati?
atau semua memang tak berarti?

hei anak manusia

tahukah kau apa itu cinta?
apa itu perih?
atau semua membuatmu sedih?

Hei anak manusia!

tahukah kau apa itu realita?
apa itu imajinasi?
atau memang semua hanya fantasi?

Hei anak manusia!

tahukah kau apa itu bersetubuh?
apa itu bercinta?
atau memang hanya sebuah rekreasi?


hei anak manusia!

tidak lelahkah engkau terus berkelakar sepanjang hari?
membahas ratusan topik ide dan materi
dari akar hingga zakar!






Jumat, 27 Juli 2012

pemuja garis mati

Tik tak tik tok

Detak arloji tua memecah keheningan kamar biru dan sejuk ini. Aku mencoba terlelap namun tak kudapat!

Lalu,

Sesaat pikiranku terlepas bertualang kembali ke waktu itu.
Saat aku memulai perjalanan panjang menapaki terjal dan tajamnya dunia ini.
Pikiranku memproyeksikan semua bentuk wajah kawan-kawan dari ribuan latar belakang, jutaan langkah jauhnya mereka dari rumah, dan cita-cita yang digantungkan setinggi pohon jambu belakang rumah.

Setungkup perbedaan yang menjadi zat perekat maha dahsyat yang sukar terlepaskan. Satu hal yang menyatukan kami, kami sekelompok "deadline junkie".

apel itu masih segar

apel lama itu terlihat masih segar . . .

pintu besar kulkas 2 pintu itu perlahan kubuka
tidak ada halangan berarti yang menahanku  untuk membuka pintu besar itu
kuamati apel itu masih segar,
berwarna merah terang, kilauan kulit apel itu menyilaukan
aku dapat melihat bayangan tubuhku yang berdiri di kulit apel itu
terdapat bekas gigitan kecil, seingatku gigitan itu yang kutinggalkan
agar aku teringat bahwa itu apelku

aku masih ragu untuk mengambil apel merah itu
walupun tersimpan di kulkas besar milikku, aku khawatir apel itu sudah milik orang lain
aku sudah meninggalkannya 100 tahun!

beberapa waktu yang lalu aku sengaja mengintip kedalam kulkas itu, aku melihat apel itu tidak ada
aku berpikir sudahlah, mungkin sudah milik orang lain
beberapa tahun terlewat, aku mendengar suara pintu kulkas terbanting, dan aku berlari, melihat apa yang terjadi. ada yang melempar apel, dan aku mengenalinya, itu apel yang kusimpan.


pintu besar kulkas 2 pintu itu perlahan kubuka
tidak ada halangan berarti yang menahanku  untuk membuka pintu besar itu
kuamati apel itu masih segar,
berwarna merah terang, kilauan kulit apel itu menyilaukan
aku dapat melihat bayangan tubuhku yang berdiri di kuilt apel itu
terdapat bekas gigitan kecil, seingatku gigitan itu yang kutinggalkan
agar aku teringat bahwa itu apelku

apel lama itu terlihat masih segar . . .

Rabu, 27 Juni 2012

Himpitan dimensi

Raga kita terhimpit diantara dimensi ruang dan waktu. Berontak dan bertindak! Agar tidak stuck dan terinjak!

Senin, 28 Mei 2012

ada yang rata

aku masih terjaga mengolah data yang tidak semuanya rata
mungkin sampai mentari datang dan menyapa
aku masih duduk kaku diatas kursi
dengan meja yang rata


Selasa, 08 Mei 2012

tong ide

aku menyebutnya tong ide!
isinya coretan-coretan tak selesai
pintalan kata menjelimet
mata bahkan otot pun mumet

limbahan ide usang yang tak kuurus
perlahan berubah menjadi semakin kurus
entah aku tidak bisa berjalan terus
tidak berbelok, berhenti dan tetap lurus!

berpeluh!

Jumat, 04 Mei 2012

kebiri memori

memori harus dikebiri
jauhkan sejauhya dari lemari
jangan kau coba simpan 
lalu kau partisi


memori tak seharusnya ditangisi
dan jangan diberi hati
biarkan dia nyeri dan perlahan mati


mati!

Sabtu, 28 April 2012

Sayang Darahmu Biru?


Sayang,
sayang darahmu biru?
Atau mulai membiru?

Pertanyaan ini mulai mengganguku! Rasa khawatir mulai mengusikku, hampir setiap hari kamu bercerita tentang kain yang dicelup kedalam cairan biru!
Setahuku kamu mulai gila dengan benda ini sejak setahun lalu. Waktu itu kamu bercerita tentang si pedang berberat 24oz, bahkan aku tidak mengerti dan aku hanya manggut-manggut pasrah. Sebenarnya aku juga diam-diam mau yang seperti itu juga. Suatu hari di bulan april, aku berujar "sekarang 28 april kapan april 77?"
Beberapa berbulan berselang kamu berhasil membeli si kepala rata. Dan petualangan kamu pun dimulai. Kamu mulai memasuki dunia baru yang kian menyeretmu untuk banyak mau. Dan akupun sekuat tenaga menahan laku keinginanmu, agar kamu tidak semakin menjadi-jadi.

Sepasang celana yang biasa kau sebut jins ini kau perlakukan begitu istimewa, terkadang kesal dibuatnya kamu memperlakuan dia bak seorang anak kecil, yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian. dia anti air, takut dia sakit. bahkan kamu rela merogoh kocek lebih dalam, agar dia tidak terkena jatuhan air hujan GA WARAS!

Belum genap berusia 5 bulan kamu akhirnya "memperawani" benda kesayangan yang selalu kau jaga itu di laut selatan, tengah hari, bersama aku dan beberapa kawan. ritual itu begitu sakral perlahan tapi pasti kamu masuk ke air bersama celana kesayanganmu itu. di pikiranku, "cuci celana ya dikamar mandi, dengan rinso, dan pewangi ungu!" kamu malah menggelar ritual di laut selatan ditengah sengatan matahari
GA MASUK AKAL!

cerita tentang celana "dewa" ini belum berakhir, kamu selalu sibuk dan berteriak "gila, dah tanggal 27 gw belom update! gw lupa!" kamu sedang bertandingan dengan 4 orang asing yang entah dari latar belakang apa. berlomba menghias jins ini.entah apa yang kalian kejar, guratan di bagian depan yang biasa disebut kumis kucing, hingga lipatan di bagian belakang yang kau sering sebut Combs! jenuh aku mendengarnya.
sekali lagi aku hanya bisa manggut-manggut dan manggut.

sebagian hidup yang kamu jalani kamu habiskan mempelajari iklan dan celana dewa ini. aku hanya berharap ada makna yang dapat kamu tarik dari hal ini.kalau aku, melihat hanya satu esensi yang dapat ditarik dari dunia mahal ini, yaitu "kesetiaan". kesetiaan kamu untuk selalu mengunakan dan memakai selayaknya jins milik kamu.

esensi ini kamu gunakan dalam kehidupan percintaan kamu, percintaan kita. semoga kamu setia dengan aku, bukan hanya cinta dengan jins bau yang jarang kamu cuci.

kamu, semoga darah kamu tetap merah
tidak berubah biru!

Ritual mencuci di Laut Selatan





Jeans Kesayangan kamu

Minggu, 22 April 2012

spontan

aku tak kuasa berteriak
mulut terkunci, kerongkongan terikat
semua begitu cepat, minus respon
semua tertuang melalui tulisan yang menyiksa
dan menelanjangiku

Spontan!

Senin, 16 April 2012

ranjang ide

ku kan berdendang dan bercinta
hingga malam terkalahkan pagi
diatas ranjang kreatifitas
berselimut imajinasi
berpeluh idealis
hingga klimaks


voila!

sela 5

menembus batas teratas
meretas sesuatu tanpa batas
kapankah klimaks?

Kamis, 12 April 2012

Sela 4

kita punya telepati
hati kamu dan hati aku tersambung
tanpa ada pending
aku dan kamu teknisi
dalam hubungan komunikasi ini




awan hitam diatas tempat ini

awan hitam itu terus saja memayungi tempat ini. sinar mentari yang begitu tajam pun tak kuasa menembus masuk kedalam. bayangan hitam terus berputar perlahan, dalam posisi bertahan bersiap menyerang. Tuhan seakan membiarkan bayangan hitam penghisap kebahagia dan tawa itu berkeliaran bebas. beberapa orang terlihat berkeras melawan, tetapi bayangan hitam itu teralu kuat, kuasa manusia tidak sebanding untuk menghentikan bayang hitam itu. aku melayangkan pandangan ke tempat lain, orang-orang saling bertengkar, menyalahkan mengapa bayangan hitam itu tiba-tiba muncul dan sekejap menghancurkan semuanya. bayangan hitam itu semakin mengganas dan menjadi-jadi, tidak hanya menyelimuti dan sesekali menyerang, namun mulai menyerang secara sporadis. keadaan kacau-balau tidak membuat manusia diam dan tersadar, lalu berpaling merapatkan barisan melawan. mereka terpecah dan tetap saling menyalahkan. mereka semakin terpuruk dan kalah. 
Tuhan membiarkan hal itu terus terjadi, karena tidak ada manusia yang sadar dan melantunkan kidung kepadanya, meminta pertolongan. 

aku tersadar, hanya aku yang tersisa. aku yang masih duduk dan bertelut mendoakan tempat ini, orang-orang ini.

arogansi

aku dipaksa pergi mendapatkan sesuatu. 
langkahku gontai, semalaman aku dipecut untuk terus bergerak, tak ada waktu duduk istirahat. dia tidak terpuaskan dengan apa yang ada, aku masih dipaksa mencari terus. sore tadi aku membawakan sebotol air dingin dari sumber air bukit sebelah. kupikir dahaga akan sesuatu itu hilang ternyata tidak, dia menghardik "pergi carikan aku air yang dapat membuat aku tidak haus!"

aku lelah, menjadi seperti ini. aku mencari sesuatu terus untuk memenuhi hasratnya yang sinting. rasa tidak pernah puas itu menyiksa dan membunuh pelan-pelan. aku hanya manusia biasa dengan keterbatasan dan kelemahan, yang tidak bisa setiap siang diperintah, petang membawa hasil. aku hampir kehilangan akal. 

aku pergi berlari keatas bukit, duduk di tepian mata air, dengan kepala menegadah ke atas aku berteriak 
"aku penuh keinginan. aku terbunuh perlahan dengan segala keinginanku yang tiada batas, manusia tidak akan ada yang sanggup melayani aku, memberi keinginanku! 
dia adalah aku, aku yang tidak pernah terpuaskan! 
bahkan Tuhan pun tidak sanggup memenuhi keinginanku!

Arogan!

Sabtu, 07 April 2012

gestur mendayu

tarian bulu matamu merayu meningkahi gurat senyum tumpulmu
gestur tubuh, lincah gerakmu mendayu-dayu
tatap tajam sorot matamu membuatku kaku
mampukah aku menaklukanmu?


Rabu, 28 Maret 2012

satu perjuangan!

satu perjuangan, satu perjuangan!

kami berteriak lantang dibawah panggangan alam. menyuarakan perasaan dan aspirasi kami yang lama terpendam. diam bukan tak kuasa bersuara, tidak bergerak bukan berarti cacat. kami diam karena kami kian terpuruk, ditengah himpitan persoalan ekonomi yang tak pasti, kami masih harus bertahan ditengah lingkungan sosial yang tidak menentu. kami saling merangkul dan memapah! melawan apa yang sebenarnya tidak harus kami lawan. hukum yang seharusnya melindungi kami berbalik menjadi predator yang memburu kami, penguasa yang kami harapkan menjadi shelter tempat kami berlindung, berbalik menjadi perangkap jahanam yang mencoba membunuh kami. kami bersatu, kami bersatu! mencoba keluar dari keterpurukan ini. kami akan terus berjuang tanpa letih. kami tidak ingin duduk santai dan berpangku tangan. sejarah telah kami ukir,reformasi harus terus berputar tak berhenti. darah dan peluh yang dulu telah tertumpah  merupakan pengingat dan penyemangat untuk membangunkan kami agar tidak berhenti berjuang! 

untuk kawan-kawanku yang turun ke jalan! 
totalitas perjuangan!

Minggu, 18 Maret 2012

euforia masa kecil

satu hari ini terasa ceria!

aku larut kedalam euforia indah masa kecil. mereka selalu tertawa dan gembira, tak berbeban. aku mencoba melayangkan pikiranku ke masa kecil ku, dimana aku pernah  mengecap manis masa itu. terbangun dengan suara sayup-sayup mama yang memanggil untuk cepat bangun dan bergegas bersiap untuk kesekolah. siaran radio pagi yang didengar papa saat ia menyeruput kopi bergema diseluruh ruangan, dan aku masih sibuk memakai seragam sekolah sambil sarapan. lalu aku bergegas berangkat. tidak ada beban didalam benaku saat itu. beban terberatku adalah kumpulan buku yang kugendong ditasku. waktu kecil terhabiskan dengan bermain dan berlari. 
Jika saja masih bisa tetap begitu. berlari liar, tertawa, lalu melompat setiap saat!

aku terlelap rupanya!

hoaaammm . . . 

Kamis, 15 Maret 2012

sela 3

aku dan kamu tidak pantas mempertanyakan,
kenapa aku memilih kamu?
mengapa kita bersama?
sampai kapan seperti ini?

karena semua sudah ditulis 
dan
 kita hanya akan bermain dan mengikutiNya



hari kita

setiap hari aku selalu menghadapi hari yang sama. sama dengan kemarin, kemarin bahkan kemarinnya. 
disapa dengan senyuman serta pelukan virtual darimu. lalu kita berbincang ringan tentang mimpi  
semalam.
sementara diluar rumah mentari sudah hampir sampai ke pucuk, kita masih terbungkus selimut dan berangan saling memeluk. jariku terus berdansa manja dengan tuts membalas pesan yang kau kirim, tak terasa sudah tengah hari rupanya. aku bersiap untuk melangkahkan kaki dan berlari menemuimu.

diperjalanan jemariku tetap tidak berhenti menari, padahal 15 menit lagi bertemu pikirku. sudahlah memang kita tak bisa terpisah! 
dari kejauhan aku melihat kamu berdiri menunggu aku datang, dengan wajah setengah muram kau berkata "panas banget tau!" aku tersenyum, seraya "halo sayang!" kamu membalas dengan pelukan hangat.

perbincangan  bersela canda terus  berlangsung hingga kita lupa waktu.  sudah petang rupanya, dan kita mulai melangkah pulang. setiap menit yang  terhabiskan bersama merupakan momen yang tidak dapat terganti, meski besok bertemu momen ini tak akan berulang. 
canda terbungkus tawa,  hingga debat  panjang  tak berujung kita nikmati sebagai sebuah menu makanan hari-hari yang tidak membuat bosan

aku sibuk berlutut dan bertelut.
berdoa dan berharap akan terus begini, kita bertahan walau ada kemelut




Rabu, 14 Maret 2012

kamu mau jadi apa?

kamu mau jadi apa?

beberapa kali pertanyaan itu dilempar kepadaku. pikirku, urusannya apa sama kalian? kalian bisa merubah hidupku? engga kan! basa basi yang terasa busuk dimataku, tidak ada kesungguhan dalam pertanyaan remeh macam itu.hanya aku dan diriku sendiri yang pantas mempertanyakan, mau jadi apa aku? mau kemana besok? makan apa besok? menikah dengan siapa? 
aku masih menyusuri jalan panjang ini, mencari kolase kehidupan yang tercecer. mengumpulkannya lalu mencoba untuk mengisi titik-titik pertanyaan kamu mau jadi apa?
ini sebuah kolase misteri yang meminta untuk dipecahkan, sesuatu yang harus dicari bukan ditunggu. sesuatu yang harus dijawab, bukan dipertanyakan.

tentang aku mau jadi apa, aku jawab sekarang
karena kolase itu sudah terpungut

aku mau jadi orang senang

perspektif tentang esensi seorang aku!

Senin, 12 Maret 2012

kemelut

aku mengayuh sepeda merah ini sekuat tenagaku
berkeliling dan berputar menerus
kerikil, rumput, lumpur lalu laut

tak peduli!

terik menyengat punggung dan ketiakku
ku bertahan tidak memaki dan teriak!
terpaan kasar angin malam menghujam rusuk
menusuk hingga ruh ku berontak

aku terus mengayuh dan mempercepat kayuhku
kau terus membidik ku dengan tatapan tajam
menunggu waktu merobohkanku!

sial!

anak panah itu menembus lututku
aku tidak kuat mengayuh, aku terjatuh
tersungkur!
darah segar mengucur dari lutut

aku bertelut!
semoga ini hanya kemelut rekaanku yang mungkin sore nanti akan surut!

Minggu, 11 Maret 2012

tentang kantuk!

suara jangkrik terdengar di sekitar alam
mengawal hari terang menuju malam
mentari yang sedari pagi terang benderang
cahayanya melemah dan temaram

tubuhku berjalan lunglai
aku mencoba bertahan tak terkulai 
kantuk menggelayut manja di punggung
aku seperti menimang gunung

aku berusaha tak terlelap

tak kuasa

dan aku berakhir terhempas di pelukan busa!

Rabu, 07 Maret 2012

arah lamunan!

malam belum sepenuhnya terkubur,
pagi pun belum bangkit


kita masih melamun, berpikir, berbicara, diam
ngablu tepatnya

jemari terus menari
 mengukir semua rencana
"aku suka berencana seru mu!"

otak terus melamun
merangkai semua lamunan
"aku suka ngabluh seru ku!"

entah kemana arah lamunan dan ngablu ini!

siapa yang tahu?

aku? 

kamu?

siapa yang tahu?

Senin, 05 Maret 2012

sela 2

mereka, kamu, kalian coba menolongku

sia-sia!

aku  sudah terjerambah masuk kedalam jurang kesedihan
sebelum kalian berlari dan sadar
aku sudah kehabisan pegangan untuk bertahan
aku tersungkur, tubuhku terbentur

tetapi aku tidak hancur




Kamis, 01 Maret 2012

perayaan kematian

aku menggunakan kemeja hitam, tanda berkabung. aku berkumpul di rumah duka, tempat ini dirundung mendung. kami merasakan hal yang sama, kehilangan sosok yang begitu kami cintai.
aku duduk merenung disudut rumah ini, aku menyaksikan ekspresi sedih, dan jerit perih dari banyak orang. mereka menangis, berteriak! entah apa yang ada di pikiran mereka! hei, dia sudah pergi dengan tenang, jangan kau usik dengan lengkingan tangismu.

aku berhenti.
titik air terlihat di pipi kiriku, membasahi janggut tipisku. 
aku tak ubahnya wanita tadi, yang melengking melolong, tetapi didalam kesunyianku.

aku mulai menikmati perayaan ini, 
menikmati perjamuan kesedihan yang dihidangkan
suara tangis merupakan melodi indah bagiku, 
airmata serupa rintikan hujan yang mengiringi perayaan kematian ini.

aku diam
menikmatinya


Rabu, 29 Februari 2012

elegi sore untuk opung kami

siang tadi selularku berdering, sebanyak 6 kali. aku tidak menyadarinya. setelah dering kedelapan
aku baru mengangkatnya. dari ujung telepon aku mendengar berita kepulangan opung, opung yang baru saja minggu lalu aku jenguk. dan aku sempat berbincang sebentar.
aku membatalkan acara yang seharusnya aku lakukan sore ini.

aku sedang dalam perjalanan menuju ke rumah duka, macet jalanan menemani dan menyapa perjalanan ini. selularku tak berhenti berdering, banyak yang menanyakan aku dimana. aku sedang di perjalanan ujarku.

lamunanku membawa aku ke, ke masa kecilku. masa kecil yang diisi tawa dan canda setiap hari. aku ingat bagaimana sosok opung ini pernah mengisi tawa dan candaku. mungkin tidak hanya aku, cucu-cucu lain pun begitu. aku tidak dapat mengingat semuanya, namun satu yang pasti opung ini pernah membuatku tertawa kala itu.

minggu lalu aku melihat ketegaran dan kekuatan di wajah opung ini, walaupun sakit yang diderita tapi aku tidak melihat getir dimatanya. saat aku masuk ke ruang perawatan, aku melihat opung ini berbaring dengan tangan terinfus. "ini tanri opung!" dengan nada agak berat "iyah tan!" begitu aku mendengarnya. aku ingin menjabat tangannya, namun ditolak dia ingin tos saja. luar biasa! sebuah momen dimana aku melihat ia tidak ingin terlihat sakit, ia ingin tetap gagah di depan cucunya, anak muda sepertiku. sebuah semangat yang harus ditiru.

segala karya dan tugasnya praktis berhenti hari ini. tugasnya sebagai seorang ayah, sebagai seorang opung, sudah selesai. Tuhan sudah memintanya kembali untuk melaporkan semua tugas yang sudah dan belum diselesaikan. doa dan harapan agar opung sampai di rumah abadi terucap dari kami semua disini.

kematian adalah sebuah awal kehidupan yang baru
kehidupan abadi di atas sana.
dimana tidak ada lagi kegetiran, tangis, kesakitan, dan air mata

selamat jalan opung,
sampai jumpa di rumah bapa
kenangan akan opung akan tetap hidup di masing-masing hati kami



Selasa, 28 Februari 2012

3 kotak manusia

ngablu yang kujalani hari ini membawa aku ke suatu kesimpulan,bahwa manusia memikul 3 kotak berbeda selama hidupnya. 3 kotak yang saling mengait, walau keterkaitan ketiganya terkadang pahit

kotak pertama
aku menyebutnya kotak pemberian, kotak yang berisi segala yang diberikan secara cuma-cuma, tanpa bayar oleh sang Maha Pencipta. Dia memberikan kotak ini agar kita dapat memulai kehidupan yang keras nan tak waras di dunia ini. kotak ini sebagai modal awal dan titik tolak menuju kepada kotak selanjutnya.
kotak ini berisi keluarga yang memeluk hangat dan memberikan kebutuhan fisik dan rohani.

kotak kedua
aku menyebutnya kotak pencarian, kotak ini berisi apa saja yang harus dan akan kita cari di dunia. sebagai manusia yang harus terus hidup kita akan mencari segala hal untuk tetap bertahan hidup. pekerjaan, uang,kehormatan,kekuasaaan, semua harus dicari. dan semua tidak mudah untuk didapat dan dipertahankan. satu hal yang juga masuk kedalam kotak pencarian, adalah cinta. dari segala hal yang masuk kedalam kotak pencarian, cinta adalah hal yang terberat. bukan tidak mungkin, tetapi tidak mudah.

kotak ketiga
aku menyebutnya kotak pelepasan, kotak ini berisi apa yang ingin dilepaskan. apa yang tidak bisa terlepaskan di kotak kedua, dan pertama. didalam kotak ini berisi kehidupan sosial. interaksi yang dibangun diluar kotak pertama, dan kedua. aktualisasi diri akan tergambar secara aktual. kecintaan akan sesuatu hal akan terlihat disini. ketika masuk kedalam kotak ketiga, tidak akan lagi terlihat wujud asli dari seorang anak manusia. mereka akan memakai topeng kelinci dengan jubah serigala. mereka akan berteriak keras, melolong kesetanan, bahkan tertawa dengan sangat sunyi. 

ketiga kotak tersebut harusnya mengait, keterikatan ketiganya akan membentuk sebuah karakter unik dari sesosok manusia. namun sulit untuk mengaitkan ketiganya, gesekan-gesakan antara ketiga kotak tersebut menimbulkan perpecahan didalam diri seseorang. disaat dia mengejar kotak kedua dengan sangat giat kotak pertama dan ketiga akan dilemparnya jauh kedalam lubang, karena dia merasa berat memikul 2 kotak yang lain. 

satu hal yang sangat pasti, seorang manusia tidak akan pernah bisa menang di banyak sisi. banyak hal yang harus dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu. bukan berarti dengan mengorbankan, menjadi tidak peduli, namun mengurangi porsi.

siklus hidup

aku dan kamu bermain didalam sebuah frame yang sama
film kehidupan yang liku penuh dilema
emosi bercampur amarah
yang selalu membawa angkara
hingga tawa bercampur canda
penuh nada


kadang hidup lurus
tidak ada persimpangan
tidak menyimpang
semua datar


kadang hidup terjun bebas hingga ke titik nadir
retak lalu berantak
yang indah pun terserak

lalu hidup naik keatas
meretas batas teratas
mencoba tetap di atas

terdiam, lalu merenung
melepaskan pikiran dari kurung
hidup tidak harus seperti ini terus
akan kucoba mencari yang lurus, 
tapi tidak membuatku terkungkung



Kamis, 23 Februari 2012

Pandora

aku memanggil mu demikian, dengan harapan akan adanya kejutan-kejutan yang akan terjadi 
karenamu. kamu mengandung, sudah hari ke 45 menurut kalender. jika tidak meleset sekitar 15 hari lagi anakan kecil sebesar jempol orang dewasa akan segera keluar. 60 hari lamanya mereka trbungkus membran kecil dan terapung didalam perutmu. mereka merasa bosan, karena disana gelap dan berair.


mereka ingin segera tumbuh, dan berlari di halaman. ingin menggonggong dan mengigit. tidak sabar rasanya, dalam hati mereka. perjuangamu akan berat, 10 ekor bukan hal yang mudah. mengeluarkan mereka satu-per satu sangat sulit, dan mungkin harus dibayar mahal dengan nyawamu. semoga kamu kuat, dan sehat unutk menyusui mereka, hingga mereka siap makan sendiri.


aku berhitung, 15 hari
aku berharap mereka cepat berlari
aku menunggu uang datang kemari
:)

untuk seorang teman

aku mempelajari banyak hal dari sosok ini, 
tentang pekerjaan, hidup, cinta, keluarga, hobby, bahkan tentang hal remeh mengenai mengapa bau kotoran anjing beda-beda!
bukan, dia bukan ayahku, bukan keluargaku, dia seorang teman yang kujadikan tempat berkeluh, tempat bercerita. aku sudah menganggapnya seperti keluargaku, ayah kedua sebutku!


dia seorang tua berusia 48 tahun, dengan perawakan tinggi, besar, dan selalu merokok disetiap kesempatan. aku sering membawakannya rokok setiap kali ada kesempatan bertemu, dan dia berkata, "lo ikut menyumbang rusaknya paru-paru gw! lalu dia kembali menghisap dalam-dalam rokoknya. -- Terserah lo om, teriakku!


dia mengajarkan, bagaimana berbisnis yang baik. termasuk bagaimana mempersuasi orang agar mengikuti apa yang kita inginkan. menurut dia, "ini karena kekuatan omongan gw, dan gw kasih dia sesuatu yang dia ga bisa nolak, selanjutnya dia akan ikutin mau lo!" Mistik kata gw, sempat terlintas, jangan-jangan ada susuk di bibir bapak tua ini. 


soal cinta, orang ini juaranya. dia bisa mendeteksi kehadiran wanita cantik dari radius jauh, entah itu keahlian, atau memang matanya yang keranjang? bukan, itu hanya anekdotku.  dia mengerti bagaimana mencintai keuarga dengan penuh dan tulus, bahkan ketika dia dalam keadaan terpuruk. dia mengajarkan segala tentang cinta, mirip peramal cinta di televisi.


setiap kali berbincang, aku selalu mempelajari hal baru. dia merupakan seorang marketer hebat pada masanya, dia mengerti luar-dalam dunia marketing. Dan menurut cerita dia membidani lahirnya beberapa program marketing sukses di salah satu Bank di Indonesia, dan Bank tersebut mendapat award karena kenaikan account yang signifikan. Gila! aku hanya terdiam, sambil manggut-manggut mendengar kuliah pagi dari dia tentang marketing. dalam hati, pantes jualan lo laku mulu, lo orang marketing. jadi tahu bagaimana memanjakan konsumen, tahu kebutuhan konsumen. Luar biasa!!!


untuk dia sosok yang aku hormati, dan kagumi
banyak cerita dan ilmu yang aku dapat
dan mungkin saat ini
hanya dapat terbalas dengan beberapa bungkus rokok, dan cangkir kopi dariku


Rabu, 22 Februari 2012

kejutan manis untuk kamu

aku menyiapkan ini untuk kamu dengan ide dan bantuan dari beberapa kawan. mereka antusias unutk membuat kejutan manis di hari kamu bertambah tua. aku mengelabui kamu agar dapat pergi dan membeli bingkisan, dan ajaibnya semua omongan bohongku dimakan bulat-bulat dan kamu percaya. aku jadi lebih mudah untuk melaksanakan semua rencana ini. 

kemarin pukul 7 malam, sesudah mengantar kamu sampai ke kost. dan aku meluncur untuk membeli bingkisan untuk kamu. ditemani caca, aku memilih dan memilah kado buat kamu. kata caca "tenang bang, pasti kita dapet yang bagus buat cimen!, Oke ca, sahut ku!" kita berputar memilih satu sepatu diantara ratusan pasang sepatu. dan Voila!!! yang coklat ini, sepertinya pas buat kamu. tidak sampai disitu, aku ingat sesuatu. kamu merengek manja mau bantal fancy berukurang panjang, yang belakangan aku ketahui kamu ngiri dengan bantal di rumahku. akhirnya aku menyebrang melalui Skywalk besi. mencari bantal panjang. di mall sebesar itu hanya satu tempat yang menjual bantal panjang, dan tanpa pikir panjang aku membelinya.

kelar urusan hadiah, aku beranjak menuju toko kue. memesan kue buat kamu. kue bundar berukuran 20 x 20 dengan rasa Tiramisu menjadi pilihannya. pukul 4 sore, aku ambil seruku kepada mas-mas penjaga kue. 

aku mengirim sms,dan broadcast ke seluruh kawan adv agar dapat memberikan surprise party buat kamu, dan mereka menanggapinya dengan positif. TERIMA KASIH KAWAN2 ADV. mereka mensupport aku secara penuhm dan penuh antusias. belakangan, seorang kawan ngomong sama aku, "Brief dari lo jelas banget!" aku tertawa lepas!

kembali ke kamu. kamu tetap ga sadar aku menyiapkan sesuatu. aku mengarang semua cerita. aku ga punya uang, maaf ga bisa kasih apa-apa, aku ajak makan aja. dan kamu dengan mudah masuk kedalam cerita sederhana ciptaanku. bahkan kau percaya aku ingusan, sehingga aku harus bawa saputangan biru yang belakangan kau ketahui itu untuk menutup matamu. setelah menutup matamu, teman-teman datang. dengan membawa kue dan lilin serta hadiah. kamu terlihat senang dan menitikkan sedikit air mata.

aku hanya tersenyum, dan berkata dalam hati "makasih teman-teman adv, ngebuat rencana ini berhasil !!!"



ini semua wujud sayang aku ke kamu, 
bukan hanya aku, teman-teman juga sayang sama kamu


sekali lagi,
selamat ulang tahun senja



Senja, kue dan teman-teman
senja, kue, dan teman-teman

senja dan barney

senja dan hadiah dari teman-teman

senja dan galih

potongan kue untuk kak nopa

potongan kue untuk mbak tetet

potongan kue untuk aku

aku

senja
terima kasih #ADV09
terima kasih #ADV09






Ganjil berusia 21 tahun!!!


21 tahun yang lalu mungkin mama sedang menahan sakit, karena kamu sudah memaksa-maksa keluar. karena kamu suntuk didalam sana hanya berenang.
kamu lahir, tumbuh dan semakin besar, hingga kamu berdiri lalu berlari
kamu sampai ke hari ini hari dimana kamu semakin ganjil
usia bertambah rimbun, masalah akan semakin bejibun
satu yang pasti afeksi yang aku beri akan terus setia mengawal kamu kemanapun kamu pergi
afeksi ini akan tetap menjaga dan memeluk kamu.
dan aku sibuk mendoakan agar setiap tahun akan merayakan hari ini bersama kamu

doa dan harapan agar kamu semakin baik, dan panjang umur terucap di doaku malam ini
doa yang akan ku lantunankan secara sporadis
agar Tuhan mendengar dan mengabulkannya

selamat ulang tahun

selamat ganjil

Dinda Senja Astri

Dins

Ds

Senja

Sayang



Selamat Ulang Tahun Dinda Senja Astri
Selamat Ulang Tahun Dins


Selamat Ulang Tahun Ds

Selamat Ulang Tahun Sayang
Selamat Ulang Tahun Sayang









Minggu, 19 Februari 2012

objektifitas seorang anak manusia

dalam nikmatku, dalam ilusi ku
atas segala objekku aku merasakan sebuah kepuasan
kepuasaan sebagai manusia secara harafiah

aku mengobjektifkan semuanya 
berdasar perspektifku sebagai manusia
dan aku mencoba menciptakan objek sesuai kebutuhanku

aku membutuhkan cinta dan kasih sayang
berdasar objektifku sebagai seorang manusia

aku membutuhkan pekerjaan dan uang
berdasar objektifku sebagai seorang manusia

aku membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari mereka
berdasar objektifku sebagai manusia

aku merasa terasing dengan semua objektifku 
aku merasa terasing karena objektifku sebagai manusia



"aku mencoba menjadi subjektif atas segala semua objektifku sebagai manusia
dan aku kembali kepada satu hal
aku merasa subjektif karena objektifku sebagai manusia"

Serpihan si penjelajah


My ancestors, true seafarers






Kemudi Kapal



Jangkar

Kapal Phinisi

Kompas

Kompas



Kapal Phinisi

Kapal Kayu


nenek moyangku seorang penjelajah tangguh
mereka datang dari utara jauh
melewati samudera dengan gagah
dengan bermodal perahu kayu 
tanpa tahu kemana arah




aku menggugat!

aku menggugat!
kamu ya kamu!

tentang kamu, tentang aku, tentang kita
tentang senyuman yang kau lempar,
yang membuat ku terus lapar

tentang sayang
tentang lebihnya afeksi
jantungku semakin terinfeksi

aku menggugat!
kamu ya kamu!





Jumat, 17 Februari 2012

sela pertama

entah mengapa hari ini begitu cepat berlalu
siang sudah mulai sayu 
dan sore sudah berlabuh
ahhh, maunya sampai subuh!








GPS

semenjak hari itu,
medio januari lalu
aku sudah mulai membiasakan diri dengan tempat ini
tempat dimana kau tumbuh, bermain, pacaran dan sekolah

di bayanganku tempat kamu ini jauh
entah berapa lama harus sampai kesini?
dan tidak pernah terbayang
suatu hari aku akan kesini terus 
bahkan 4 kali dalam seminggu

sebelumnya aku pernah kesini,
waktu itu kita masih teman, 
walaupun aku sudah menaruh hati
tapi kamu belum tahu itu

sekarang
aku sudah men set GPS ku selalu kesini
dan akan selalu kesini
walaupun hanya untuk sekedar duduk, dan tersenyum bodoh


Bravo Echo Kilo Alfa Sierra India




Senin, 13 Februari 2012

rindu

rindu bak peluru tajam yang menghujam bertubi-tubi
menembak lalu berlari bersembunyi
aku tersungkur, lalu hampir mati kehabisan kesadaran

Pergi yang menembakkan peluru itu
aku tidak mati
aku berdiri, lalu berharap ditembak lagi