setiap hari aku selalu menghadapi hari yang sama. sama dengan kemarin, kemarin bahkan kemarinnya.
disapa dengan senyuman serta pelukan virtual darimu. lalu kita berbincang ringan tentang mimpi
semalam.
sementara diluar rumah mentari sudah hampir sampai ke pucuk, kita masih terbungkus selimut dan berangan saling memeluk. jariku terus berdansa manja dengan tuts membalas pesan yang kau kirim, tak terasa sudah tengah hari rupanya. aku bersiap untuk melangkahkan kaki dan berlari menemuimu.
diperjalanan jemariku tetap tidak berhenti menari, padahal 15 menit lagi bertemu pikirku. sudahlah memang kita tak bisa terpisah!
dari kejauhan aku melihat kamu berdiri menunggu aku datang, dengan wajah setengah muram kau berkata "panas banget tau!" aku tersenyum, seraya "halo sayang!" kamu membalas dengan pelukan hangat.
perbincangan bersela canda terus berlangsung hingga kita lupa waktu. sudah petang rupanya, dan kita mulai melangkah pulang. setiap menit yang terhabiskan bersama merupakan momen yang tidak dapat terganti, meski besok bertemu momen ini tak akan berulang.
canda terbungkus tawa, hingga debat panjang tak berujung kita nikmati sebagai sebuah menu makanan hari-hari yang tidak membuat bosan
aku sibuk berlutut dan bertelut.
berdoa dan berharap akan terus begini, kita bertahan walau ada kemelut
amin :)
BalasHapusamin fufufufu
BalasHapus