Sabtu, 28 April 2012

Sayang Darahmu Biru?


Sayang,
sayang darahmu biru?
Atau mulai membiru?

Pertanyaan ini mulai mengganguku! Rasa khawatir mulai mengusikku, hampir setiap hari kamu bercerita tentang kain yang dicelup kedalam cairan biru!
Setahuku kamu mulai gila dengan benda ini sejak setahun lalu. Waktu itu kamu bercerita tentang si pedang berberat 24oz, bahkan aku tidak mengerti dan aku hanya manggut-manggut pasrah. Sebenarnya aku juga diam-diam mau yang seperti itu juga. Suatu hari di bulan april, aku berujar "sekarang 28 april kapan april 77?"
Beberapa berbulan berselang kamu berhasil membeli si kepala rata. Dan petualangan kamu pun dimulai. Kamu mulai memasuki dunia baru yang kian menyeretmu untuk banyak mau. Dan akupun sekuat tenaga menahan laku keinginanmu, agar kamu tidak semakin menjadi-jadi.

Sepasang celana yang biasa kau sebut jins ini kau perlakukan begitu istimewa, terkadang kesal dibuatnya kamu memperlakuan dia bak seorang anak kecil, yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian. dia anti air, takut dia sakit. bahkan kamu rela merogoh kocek lebih dalam, agar dia tidak terkena jatuhan air hujan GA WARAS!

Belum genap berusia 5 bulan kamu akhirnya "memperawani" benda kesayangan yang selalu kau jaga itu di laut selatan, tengah hari, bersama aku dan beberapa kawan. ritual itu begitu sakral perlahan tapi pasti kamu masuk ke air bersama celana kesayanganmu itu. di pikiranku, "cuci celana ya dikamar mandi, dengan rinso, dan pewangi ungu!" kamu malah menggelar ritual di laut selatan ditengah sengatan matahari
GA MASUK AKAL!

cerita tentang celana "dewa" ini belum berakhir, kamu selalu sibuk dan berteriak "gila, dah tanggal 27 gw belom update! gw lupa!" kamu sedang bertandingan dengan 4 orang asing yang entah dari latar belakang apa. berlomba menghias jins ini.entah apa yang kalian kejar, guratan di bagian depan yang biasa disebut kumis kucing, hingga lipatan di bagian belakang yang kau sering sebut Combs! jenuh aku mendengarnya.
sekali lagi aku hanya bisa manggut-manggut dan manggut.

sebagian hidup yang kamu jalani kamu habiskan mempelajari iklan dan celana dewa ini. aku hanya berharap ada makna yang dapat kamu tarik dari hal ini.kalau aku, melihat hanya satu esensi yang dapat ditarik dari dunia mahal ini, yaitu "kesetiaan". kesetiaan kamu untuk selalu mengunakan dan memakai selayaknya jins milik kamu.

esensi ini kamu gunakan dalam kehidupan percintaan kamu, percintaan kita. semoga kamu setia dengan aku, bukan hanya cinta dengan jins bau yang jarang kamu cuci.

kamu, semoga darah kamu tetap merah
tidak berubah biru!

Ritual mencuci di Laut Selatan





Jeans Kesayangan kamu

Minggu, 22 April 2012

spontan

aku tak kuasa berteriak
mulut terkunci, kerongkongan terikat
semua begitu cepat, minus respon
semua tertuang melalui tulisan yang menyiksa
dan menelanjangiku

Spontan!

Senin, 16 April 2012

ranjang ide

ku kan berdendang dan bercinta
hingga malam terkalahkan pagi
diatas ranjang kreatifitas
berselimut imajinasi
berpeluh idealis
hingga klimaks


voila!

sela 5

menembus batas teratas
meretas sesuatu tanpa batas
kapankah klimaks?

Kamis, 12 April 2012

Sela 4

kita punya telepati
hati kamu dan hati aku tersambung
tanpa ada pending
aku dan kamu teknisi
dalam hubungan komunikasi ini




awan hitam diatas tempat ini

awan hitam itu terus saja memayungi tempat ini. sinar mentari yang begitu tajam pun tak kuasa menembus masuk kedalam. bayangan hitam terus berputar perlahan, dalam posisi bertahan bersiap menyerang. Tuhan seakan membiarkan bayangan hitam penghisap kebahagia dan tawa itu berkeliaran bebas. beberapa orang terlihat berkeras melawan, tetapi bayangan hitam itu teralu kuat, kuasa manusia tidak sebanding untuk menghentikan bayang hitam itu. aku melayangkan pandangan ke tempat lain, orang-orang saling bertengkar, menyalahkan mengapa bayangan hitam itu tiba-tiba muncul dan sekejap menghancurkan semuanya. bayangan hitam itu semakin mengganas dan menjadi-jadi, tidak hanya menyelimuti dan sesekali menyerang, namun mulai menyerang secara sporadis. keadaan kacau-balau tidak membuat manusia diam dan tersadar, lalu berpaling merapatkan barisan melawan. mereka terpecah dan tetap saling menyalahkan. mereka semakin terpuruk dan kalah. 
Tuhan membiarkan hal itu terus terjadi, karena tidak ada manusia yang sadar dan melantunkan kidung kepadanya, meminta pertolongan. 

aku tersadar, hanya aku yang tersisa. aku yang masih duduk dan bertelut mendoakan tempat ini, orang-orang ini.

arogansi

aku dipaksa pergi mendapatkan sesuatu. 
langkahku gontai, semalaman aku dipecut untuk terus bergerak, tak ada waktu duduk istirahat. dia tidak terpuaskan dengan apa yang ada, aku masih dipaksa mencari terus. sore tadi aku membawakan sebotol air dingin dari sumber air bukit sebelah. kupikir dahaga akan sesuatu itu hilang ternyata tidak, dia menghardik "pergi carikan aku air yang dapat membuat aku tidak haus!"

aku lelah, menjadi seperti ini. aku mencari sesuatu terus untuk memenuhi hasratnya yang sinting. rasa tidak pernah puas itu menyiksa dan membunuh pelan-pelan. aku hanya manusia biasa dengan keterbatasan dan kelemahan, yang tidak bisa setiap siang diperintah, petang membawa hasil. aku hampir kehilangan akal. 

aku pergi berlari keatas bukit, duduk di tepian mata air, dengan kepala menegadah ke atas aku berteriak 
"aku penuh keinginan. aku terbunuh perlahan dengan segala keinginanku yang tiada batas, manusia tidak akan ada yang sanggup melayani aku, memberi keinginanku! 
dia adalah aku, aku yang tidak pernah terpuaskan! 
bahkan Tuhan pun tidak sanggup memenuhi keinginanku!

Arogan!

Sabtu, 07 April 2012

gestur mendayu

tarian bulu matamu merayu meningkahi gurat senyum tumpulmu
gestur tubuh, lincah gerakmu mendayu-dayu
tatap tajam sorot matamu membuatku kaku
mampukah aku menaklukanmu?