Sabtu, 28 Juli 2012

Hei anak manusia!

hei anak manusia!

tidak lelahkah engkau terus berkelakar sepanjang hari?
membahas ratusan topik ide dan materi
dari akar hingga zakar!

hei anak manusia!

tahukah kamu darimana kamu berasal?
rahim ibumu 
ataukah batu?

hei anak manusia!

tahukah kau apa itu hidup?
apa itu mati?
atau semua memang tak berarti?

hei anak manusia

tahukah kau apa itu cinta?
apa itu perih?
atau semua membuatmu sedih?

Hei anak manusia!

tahukah kau apa itu realita?
apa itu imajinasi?
atau memang semua hanya fantasi?

Hei anak manusia!

tahukah kau apa itu bersetubuh?
apa itu bercinta?
atau memang hanya sebuah rekreasi?


hei anak manusia!

tidak lelahkah engkau terus berkelakar sepanjang hari?
membahas ratusan topik ide dan materi
dari akar hingga zakar!






Jumat, 27 Juli 2012

pemuja garis mati

Tik tak tik tok

Detak arloji tua memecah keheningan kamar biru dan sejuk ini. Aku mencoba terlelap namun tak kudapat!

Lalu,

Sesaat pikiranku terlepas bertualang kembali ke waktu itu.
Saat aku memulai perjalanan panjang menapaki terjal dan tajamnya dunia ini.
Pikiranku memproyeksikan semua bentuk wajah kawan-kawan dari ribuan latar belakang, jutaan langkah jauhnya mereka dari rumah, dan cita-cita yang digantungkan setinggi pohon jambu belakang rumah.

Setungkup perbedaan yang menjadi zat perekat maha dahsyat yang sukar terlepaskan. Satu hal yang menyatukan kami, kami sekelompok "deadline junkie".

apel itu masih segar

apel lama itu terlihat masih segar . . .

pintu besar kulkas 2 pintu itu perlahan kubuka
tidak ada halangan berarti yang menahanku  untuk membuka pintu besar itu
kuamati apel itu masih segar,
berwarna merah terang, kilauan kulit apel itu menyilaukan
aku dapat melihat bayangan tubuhku yang berdiri di kulit apel itu
terdapat bekas gigitan kecil, seingatku gigitan itu yang kutinggalkan
agar aku teringat bahwa itu apelku

aku masih ragu untuk mengambil apel merah itu
walupun tersimpan di kulkas besar milikku, aku khawatir apel itu sudah milik orang lain
aku sudah meninggalkannya 100 tahun!

beberapa waktu yang lalu aku sengaja mengintip kedalam kulkas itu, aku melihat apel itu tidak ada
aku berpikir sudahlah, mungkin sudah milik orang lain
beberapa tahun terlewat, aku mendengar suara pintu kulkas terbanting, dan aku berlari, melihat apa yang terjadi. ada yang melempar apel, dan aku mengenalinya, itu apel yang kusimpan.


pintu besar kulkas 2 pintu itu perlahan kubuka
tidak ada halangan berarti yang menahanku  untuk membuka pintu besar itu
kuamati apel itu masih segar,
berwarna merah terang, kilauan kulit apel itu menyilaukan
aku dapat melihat bayangan tubuhku yang berdiri di kuilt apel itu
terdapat bekas gigitan kecil, seingatku gigitan itu yang kutinggalkan
agar aku teringat bahwa itu apelku

apel lama itu terlihat masih segar . . .