Rabu, 29 Februari 2012

elegi sore untuk opung kami

siang tadi selularku berdering, sebanyak 6 kali. aku tidak menyadarinya. setelah dering kedelapan
aku baru mengangkatnya. dari ujung telepon aku mendengar berita kepulangan opung, opung yang baru saja minggu lalu aku jenguk. dan aku sempat berbincang sebentar.
aku membatalkan acara yang seharusnya aku lakukan sore ini.

aku sedang dalam perjalanan menuju ke rumah duka, macet jalanan menemani dan menyapa perjalanan ini. selularku tak berhenti berdering, banyak yang menanyakan aku dimana. aku sedang di perjalanan ujarku.

lamunanku membawa aku ke, ke masa kecilku. masa kecil yang diisi tawa dan canda setiap hari. aku ingat bagaimana sosok opung ini pernah mengisi tawa dan candaku. mungkin tidak hanya aku, cucu-cucu lain pun begitu. aku tidak dapat mengingat semuanya, namun satu yang pasti opung ini pernah membuatku tertawa kala itu.

minggu lalu aku melihat ketegaran dan kekuatan di wajah opung ini, walaupun sakit yang diderita tapi aku tidak melihat getir dimatanya. saat aku masuk ke ruang perawatan, aku melihat opung ini berbaring dengan tangan terinfus. "ini tanri opung!" dengan nada agak berat "iyah tan!" begitu aku mendengarnya. aku ingin menjabat tangannya, namun ditolak dia ingin tos saja. luar biasa! sebuah momen dimana aku melihat ia tidak ingin terlihat sakit, ia ingin tetap gagah di depan cucunya, anak muda sepertiku. sebuah semangat yang harus ditiru.

segala karya dan tugasnya praktis berhenti hari ini. tugasnya sebagai seorang ayah, sebagai seorang opung, sudah selesai. Tuhan sudah memintanya kembali untuk melaporkan semua tugas yang sudah dan belum diselesaikan. doa dan harapan agar opung sampai di rumah abadi terucap dari kami semua disini.

kematian adalah sebuah awal kehidupan yang baru
kehidupan abadi di atas sana.
dimana tidak ada lagi kegetiran, tangis, kesakitan, dan air mata

selamat jalan opung,
sampai jumpa di rumah bapa
kenangan akan opung akan tetap hidup di masing-masing hati kami



Selasa, 28 Februari 2012

3 kotak manusia

ngablu yang kujalani hari ini membawa aku ke suatu kesimpulan,bahwa manusia memikul 3 kotak berbeda selama hidupnya. 3 kotak yang saling mengait, walau keterkaitan ketiganya terkadang pahit

kotak pertama
aku menyebutnya kotak pemberian, kotak yang berisi segala yang diberikan secara cuma-cuma, tanpa bayar oleh sang Maha Pencipta. Dia memberikan kotak ini agar kita dapat memulai kehidupan yang keras nan tak waras di dunia ini. kotak ini sebagai modal awal dan titik tolak menuju kepada kotak selanjutnya.
kotak ini berisi keluarga yang memeluk hangat dan memberikan kebutuhan fisik dan rohani.

kotak kedua
aku menyebutnya kotak pencarian, kotak ini berisi apa saja yang harus dan akan kita cari di dunia. sebagai manusia yang harus terus hidup kita akan mencari segala hal untuk tetap bertahan hidup. pekerjaan, uang,kehormatan,kekuasaaan, semua harus dicari. dan semua tidak mudah untuk didapat dan dipertahankan. satu hal yang juga masuk kedalam kotak pencarian, adalah cinta. dari segala hal yang masuk kedalam kotak pencarian, cinta adalah hal yang terberat. bukan tidak mungkin, tetapi tidak mudah.

kotak ketiga
aku menyebutnya kotak pelepasan, kotak ini berisi apa yang ingin dilepaskan. apa yang tidak bisa terlepaskan di kotak kedua, dan pertama. didalam kotak ini berisi kehidupan sosial. interaksi yang dibangun diluar kotak pertama, dan kedua. aktualisasi diri akan tergambar secara aktual. kecintaan akan sesuatu hal akan terlihat disini. ketika masuk kedalam kotak ketiga, tidak akan lagi terlihat wujud asli dari seorang anak manusia. mereka akan memakai topeng kelinci dengan jubah serigala. mereka akan berteriak keras, melolong kesetanan, bahkan tertawa dengan sangat sunyi. 

ketiga kotak tersebut harusnya mengait, keterikatan ketiganya akan membentuk sebuah karakter unik dari sesosok manusia. namun sulit untuk mengaitkan ketiganya, gesekan-gesakan antara ketiga kotak tersebut menimbulkan perpecahan didalam diri seseorang. disaat dia mengejar kotak kedua dengan sangat giat kotak pertama dan ketiga akan dilemparnya jauh kedalam lubang, karena dia merasa berat memikul 2 kotak yang lain. 

satu hal yang sangat pasti, seorang manusia tidak akan pernah bisa menang di banyak sisi. banyak hal yang harus dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu. bukan berarti dengan mengorbankan, menjadi tidak peduli, namun mengurangi porsi.

siklus hidup

aku dan kamu bermain didalam sebuah frame yang sama
film kehidupan yang liku penuh dilema
emosi bercampur amarah
yang selalu membawa angkara
hingga tawa bercampur canda
penuh nada


kadang hidup lurus
tidak ada persimpangan
tidak menyimpang
semua datar


kadang hidup terjun bebas hingga ke titik nadir
retak lalu berantak
yang indah pun terserak

lalu hidup naik keatas
meretas batas teratas
mencoba tetap di atas

terdiam, lalu merenung
melepaskan pikiran dari kurung
hidup tidak harus seperti ini terus
akan kucoba mencari yang lurus, 
tapi tidak membuatku terkungkung



Kamis, 23 Februari 2012

Pandora

aku memanggil mu demikian, dengan harapan akan adanya kejutan-kejutan yang akan terjadi 
karenamu. kamu mengandung, sudah hari ke 45 menurut kalender. jika tidak meleset sekitar 15 hari lagi anakan kecil sebesar jempol orang dewasa akan segera keluar. 60 hari lamanya mereka trbungkus membran kecil dan terapung didalam perutmu. mereka merasa bosan, karena disana gelap dan berair.


mereka ingin segera tumbuh, dan berlari di halaman. ingin menggonggong dan mengigit. tidak sabar rasanya, dalam hati mereka. perjuangamu akan berat, 10 ekor bukan hal yang mudah. mengeluarkan mereka satu-per satu sangat sulit, dan mungkin harus dibayar mahal dengan nyawamu. semoga kamu kuat, dan sehat unutk menyusui mereka, hingga mereka siap makan sendiri.


aku berhitung, 15 hari
aku berharap mereka cepat berlari
aku menunggu uang datang kemari
:)

untuk seorang teman

aku mempelajari banyak hal dari sosok ini, 
tentang pekerjaan, hidup, cinta, keluarga, hobby, bahkan tentang hal remeh mengenai mengapa bau kotoran anjing beda-beda!
bukan, dia bukan ayahku, bukan keluargaku, dia seorang teman yang kujadikan tempat berkeluh, tempat bercerita. aku sudah menganggapnya seperti keluargaku, ayah kedua sebutku!


dia seorang tua berusia 48 tahun, dengan perawakan tinggi, besar, dan selalu merokok disetiap kesempatan. aku sering membawakannya rokok setiap kali ada kesempatan bertemu, dan dia berkata, "lo ikut menyumbang rusaknya paru-paru gw! lalu dia kembali menghisap dalam-dalam rokoknya. -- Terserah lo om, teriakku!


dia mengajarkan, bagaimana berbisnis yang baik. termasuk bagaimana mempersuasi orang agar mengikuti apa yang kita inginkan. menurut dia, "ini karena kekuatan omongan gw, dan gw kasih dia sesuatu yang dia ga bisa nolak, selanjutnya dia akan ikutin mau lo!" Mistik kata gw, sempat terlintas, jangan-jangan ada susuk di bibir bapak tua ini. 


soal cinta, orang ini juaranya. dia bisa mendeteksi kehadiran wanita cantik dari radius jauh, entah itu keahlian, atau memang matanya yang keranjang? bukan, itu hanya anekdotku.  dia mengerti bagaimana mencintai keuarga dengan penuh dan tulus, bahkan ketika dia dalam keadaan terpuruk. dia mengajarkan segala tentang cinta, mirip peramal cinta di televisi.


setiap kali berbincang, aku selalu mempelajari hal baru. dia merupakan seorang marketer hebat pada masanya, dia mengerti luar-dalam dunia marketing. Dan menurut cerita dia membidani lahirnya beberapa program marketing sukses di salah satu Bank di Indonesia, dan Bank tersebut mendapat award karena kenaikan account yang signifikan. Gila! aku hanya terdiam, sambil manggut-manggut mendengar kuliah pagi dari dia tentang marketing. dalam hati, pantes jualan lo laku mulu, lo orang marketing. jadi tahu bagaimana memanjakan konsumen, tahu kebutuhan konsumen. Luar biasa!!!


untuk dia sosok yang aku hormati, dan kagumi
banyak cerita dan ilmu yang aku dapat
dan mungkin saat ini
hanya dapat terbalas dengan beberapa bungkus rokok, dan cangkir kopi dariku


Rabu, 22 Februari 2012

kejutan manis untuk kamu

aku menyiapkan ini untuk kamu dengan ide dan bantuan dari beberapa kawan. mereka antusias unutk membuat kejutan manis di hari kamu bertambah tua. aku mengelabui kamu agar dapat pergi dan membeli bingkisan, dan ajaibnya semua omongan bohongku dimakan bulat-bulat dan kamu percaya. aku jadi lebih mudah untuk melaksanakan semua rencana ini. 

kemarin pukul 7 malam, sesudah mengantar kamu sampai ke kost. dan aku meluncur untuk membeli bingkisan untuk kamu. ditemani caca, aku memilih dan memilah kado buat kamu. kata caca "tenang bang, pasti kita dapet yang bagus buat cimen!, Oke ca, sahut ku!" kita berputar memilih satu sepatu diantara ratusan pasang sepatu. dan Voila!!! yang coklat ini, sepertinya pas buat kamu. tidak sampai disitu, aku ingat sesuatu. kamu merengek manja mau bantal fancy berukurang panjang, yang belakangan aku ketahui kamu ngiri dengan bantal di rumahku. akhirnya aku menyebrang melalui Skywalk besi. mencari bantal panjang. di mall sebesar itu hanya satu tempat yang menjual bantal panjang, dan tanpa pikir panjang aku membelinya.

kelar urusan hadiah, aku beranjak menuju toko kue. memesan kue buat kamu. kue bundar berukuran 20 x 20 dengan rasa Tiramisu menjadi pilihannya. pukul 4 sore, aku ambil seruku kepada mas-mas penjaga kue. 

aku mengirim sms,dan broadcast ke seluruh kawan adv agar dapat memberikan surprise party buat kamu, dan mereka menanggapinya dengan positif. TERIMA KASIH KAWAN2 ADV. mereka mensupport aku secara penuhm dan penuh antusias. belakangan, seorang kawan ngomong sama aku, "Brief dari lo jelas banget!" aku tertawa lepas!

kembali ke kamu. kamu tetap ga sadar aku menyiapkan sesuatu. aku mengarang semua cerita. aku ga punya uang, maaf ga bisa kasih apa-apa, aku ajak makan aja. dan kamu dengan mudah masuk kedalam cerita sederhana ciptaanku. bahkan kau percaya aku ingusan, sehingga aku harus bawa saputangan biru yang belakangan kau ketahui itu untuk menutup matamu. setelah menutup matamu, teman-teman datang. dengan membawa kue dan lilin serta hadiah. kamu terlihat senang dan menitikkan sedikit air mata.

aku hanya tersenyum, dan berkata dalam hati "makasih teman-teman adv, ngebuat rencana ini berhasil !!!"



ini semua wujud sayang aku ke kamu, 
bukan hanya aku, teman-teman juga sayang sama kamu


sekali lagi,
selamat ulang tahun senja



Senja, kue dan teman-teman
senja, kue, dan teman-teman

senja dan barney

senja dan hadiah dari teman-teman

senja dan galih

potongan kue untuk kak nopa

potongan kue untuk mbak tetet

potongan kue untuk aku

aku

senja
terima kasih #ADV09
terima kasih #ADV09






Ganjil berusia 21 tahun!!!


21 tahun yang lalu mungkin mama sedang menahan sakit, karena kamu sudah memaksa-maksa keluar. karena kamu suntuk didalam sana hanya berenang.
kamu lahir, tumbuh dan semakin besar, hingga kamu berdiri lalu berlari
kamu sampai ke hari ini hari dimana kamu semakin ganjil
usia bertambah rimbun, masalah akan semakin bejibun
satu yang pasti afeksi yang aku beri akan terus setia mengawal kamu kemanapun kamu pergi
afeksi ini akan tetap menjaga dan memeluk kamu.
dan aku sibuk mendoakan agar setiap tahun akan merayakan hari ini bersama kamu

doa dan harapan agar kamu semakin baik, dan panjang umur terucap di doaku malam ini
doa yang akan ku lantunankan secara sporadis
agar Tuhan mendengar dan mengabulkannya

selamat ulang tahun

selamat ganjil

Dinda Senja Astri

Dins

Ds

Senja

Sayang



Selamat Ulang Tahun Dinda Senja Astri
Selamat Ulang Tahun Dins


Selamat Ulang Tahun Ds

Selamat Ulang Tahun Sayang
Selamat Ulang Tahun Sayang









Minggu, 19 Februari 2012

objektifitas seorang anak manusia

dalam nikmatku, dalam ilusi ku
atas segala objekku aku merasakan sebuah kepuasan
kepuasaan sebagai manusia secara harafiah

aku mengobjektifkan semuanya 
berdasar perspektifku sebagai manusia
dan aku mencoba menciptakan objek sesuai kebutuhanku

aku membutuhkan cinta dan kasih sayang
berdasar objektifku sebagai seorang manusia

aku membutuhkan pekerjaan dan uang
berdasar objektifku sebagai seorang manusia

aku membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari mereka
berdasar objektifku sebagai manusia

aku merasa terasing dengan semua objektifku 
aku merasa terasing karena objektifku sebagai manusia



"aku mencoba menjadi subjektif atas segala semua objektifku sebagai manusia
dan aku kembali kepada satu hal
aku merasa subjektif karena objektifku sebagai manusia"

Serpihan si penjelajah


My ancestors, true seafarers






Kemudi Kapal



Jangkar

Kapal Phinisi

Kompas

Kompas



Kapal Phinisi

Kapal Kayu


nenek moyangku seorang penjelajah tangguh
mereka datang dari utara jauh
melewati samudera dengan gagah
dengan bermodal perahu kayu 
tanpa tahu kemana arah




aku menggugat!

aku menggugat!
kamu ya kamu!

tentang kamu, tentang aku, tentang kita
tentang senyuman yang kau lempar,
yang membuat ku terus lapar

tentang sayang
tentang lebihnya afeksi
jantungku semakin terinfeksi

aku menggugat!
kamu ya kamu!





Jumat, 17 Februari 2012

sela pertama

entah mengapa hari ini begitu cepat berlalu
siang sudah mulai sayu 
dan sore sudah berlabuh
ahhh, maunya sampai subuh!








GPS

semenjak hari itu,
medio januari lalu
aku sudah mulai membiasakan diri dengan tempat ini
tempat dimana kau tumbuh, bermain, pacaran dan sekolah

di bayanganku tempat kamu ini jauh
entah berapa lama harus sampai kesini?
dan tidak pernah terbayang
suatu hari aku akan kesini terus 
bahkan 4 kali dalam seminggu

sebelumnya aku pernah kesini,
waktu itu kita masih teman, 
walaupun aku sudah menaruh hati
tapi kamu belum tahu itu

sekarang
aku sudah men set GPS ku selalu kesini
dan akan selalu kesini
walaupun hanya untuk sekedar duduk, dan tersenyum bodoh


Bravo Echo Kilo Alfa Sierra India




Senin, 13 Februari 2012

rindu

rindu bak peluru tajam yang menghujam bertubi-tubi
menembak lalu berlari bersembunyi
aku tersungkur, lalu hampir mati kehabisan kesadaran

Pergi yang menembakkan peluru itu
aku tidak mati
aku berdiri, lalu berharap ditembak lagi






Minggu, 12 Februari 2012

jajan

ngapain kamu jajan lagi?
kalau aku udah siapin bekal yang cukup buat kamu?

ngapain kamu jajan lagi?
kalau kamu bisa minta, dan ga perlu jajan

ngapain kamu jajan lagi?
kalau kamu masih bisa menahan dan menunggu sampai aku datang bawa bekal

ngapain kamu jajan lagi?
kalau kamu akhirnya tahu, bekal aku lebih enak

karena semua yang kamu mau dan kamu butuh bisa aku kasih,
jadi kamu ga perlu jajan

karena semua yang aku mau dan aku butuh bisa kamu kasih,
jadi aku ga perlu jajan


pijakan

aku mengajak kamu bermain ke taman mimpiku kemarin malam
mimpi-mimpi gilaku yang terdengar tolol dan sangat idealis
tentang pindah dan berlari dari ibukota, membangun rumah impian kala kecil, serta anjing-anjing peliharaan yang berlarian di taman samping rumah

aku disibukkan dengan terus bergumul dan berdoa agar mimpi ini menjadi pijakan kita untuk terus melangkah.



Jumat, 10 Februari 2012

tentang ini

kalau semua ini mimpi
aku akan berusaha cepat tersadar lalu terbangun
kemudian berlari
mencari kamu yang sedang bersembunyi dibawah meja besar
memegang lalu menarik tanganmu
menggendongmu keluar dan menikmati  langit pukul 5 sore
 dan akan sibuk merayumu,
ini semua nyata aku terbangun sore tadi.

Kamis, 09 Februari 2012

elegi alam pagi ini

aku duduk tepat dimana kemarin pagi aku masih menyuapi semangkuk daging kaleng untuk sahabatku sebelum ia berkemas dan pergi. 

aku masih merasakan dia disini, dia masih berputar-putar disini. mungkin dia masih ingin menyapa bill,  kawan berbagi makanan dan tempat tidur. mungkin dia masih ingin mengencingi ember merah itu.aku merasakannya.

jika kau memang masih disini, kemari biarkan aku menyuapi kau. bukan karena kau lapar, tetapi karena aku menginginkannya. biarkan aku mengusap kepalamu, dan bertanya bagaimana sakitmu? biarkan aku berlari mengikutimu, berputar-putar rumah. 

hawa dingin pagi ini  menusukku dalam-dalam. aku masih tidak percaya kau tidak ada disana lagi. tidak berdiri gagah disebelah bill yang hanya sebesar pahamu itu. aku melihat tatap sayu mata bill, mungkin dia bertanya, kemana vito? kenapa semalam dia tidak disini atau di pekarangan? kenapa kau terlihat sedih? wajahmu kusam, menyimpan kesedihan. kenapa semua orang sedih? kenapa? kenapa? kenapa? kenapa?
mungkin pertanyaan itu akan terus menusuk-menusuknya, hingga satu hari dia sadar sahabatnya sudah pergi dan tidak kembali. 

aku tidak mau larut, tenggelam, dan mati di lautan kesedihan ini. tapi alam pun sedih pagi ini. matahari terlihat murung dibalik ketiak awan, angin meniupkan hawa dingin



alam pun berelegi, 
menyanyikan melodi-melodi kesedihan 
mengiringi kepergianmu sahabat!



Rabu, 08 Februari 2012

vito dalam memori

sudah cukup lama sepertinya kau berlari liar di sebelahku, melompat lincah didalam pagar besi, dan berteriak saat ada orang asing mendekati pagar rumah. lebih kurang 3 tahun yang lalu kuadopsi kau dari peternakan di seberang rumah, kau turunan pertama dari aramir. di dalam ingatanku kau memiliki 5 saudara sedarah, 2 jantan dan 3 betina. kau diberi nama Vito corleone, dan saudara jantanmu Don Corleone, ahh aku lupa nama saudara betinamu -- maaf! kau tumbuh bersama anjing kecil bernama bill didalam satu kandang yang cukup besar, bahkan untuk kalian berdua duduk sembari menyeruput kopi hitam. hari terus berlari cepat, kau tumbuh semakin gagah, hingga mungkin kau berhasil mencuri pandangan orang. datang satu waktu, seorang berkumis tebal melempar sekarung uang dengan angkuh, meminta kau pindah ke kandang dingin miliknya. dengan senyum aku katakan tidak! 

kusadari waktu ku bermain denganmu terbatas sekali, aku pulang larut malam dan hanya menyapa kau sambil lalu. pagi hari aku bangun teralu siang, dan kembali hanya menyapamu sambil lalu seraya aku berangkat menuju kampus. sangat jarang aku mengaduk nasi, dogfood dan potongan kepala ayam untuk santap soremu, semua disiapkan oleh yang lain, aku hanya bertanya vito makannya habis? bill? kelly? pandora? namun jauh lebih dari itu aku menginginkan waktu yang cukup lama untuk bermain, namun tidak pernah bisa.

sampai di suatu minggu sore sebelum aku pergi, aku melihat ke arah kandangmu dan kau terlihat tidak sehat. kau pucat, dan tatap matamu lemah, lehermu membesar sebesar bola tenis. aku menyadari kau sakit.  namun itu hari minggu, tunggulah besok. sepulangnya, aku melihat kau terlihat kesakitan dan tidak bisa beristirahat, aku biarkan seperti itu. esok hari, kubawa kau bertemu dokter dengan keadaan kau sudah cukup lemah. bahkan kau terlihat kesulitan berdiri, sehingga aku membopongmu dari kandang menuju mobil. berselimut coklat, dan handuk putih kau tertidur dimobil, aku duduk di sebelahmu dan mengusap kepalamu. 

dibantu seorang perawat aku membopong kamu kedalam ruang tindakan, ruangan ini berukuran 3x5m. terdapat 1 bangsal tindakan dan meja yang berisi gunting dan alat-alat bedah. kau terbaring lemah, pasrah menunggu tindakan selanjutnya. mereka mengambil sedikit darah dari kaki kananmu, lalu menusukkan jarum infus, di tempat yang sama. kau terlihat kesakitan, namun kau tidak melawan dan tidak berkata-kata. aku mendengar tarikan nafasmu berat sekali, sesak,seperti kau sedang tertimpa batu raksasa. aku duduk di samping bangsal tindakan ini, seraya mengusap kepalamu. tiba-tiba kau mengejang, kau kejang-kejang. dokter dan perawat siap menjaga kau, memastikan kau tetap tersadar. aku panik, berkeringat, aku takut kau pergi kembali walaupun akhirnya aku tahu kau akan kembali. 

Dokter memanggilku, hasil pemeriksaan sudah keluar. Dokter berambut gondrong ini merupakan dokter langganan anjing piaraanku, dia ramah dan aku curiga dia bisa berbahasa anjing, bahkan berbahasa tupai. lalu dia menjelaskan penyakit apa yang vito derita. pembengkakan pada kelenjar katanya, aku menggeleng tak mengerti. tidak ada tulang yang nyangkut seperti hipotesa tololku. aku berkeras agar vito tetap dirawat dirumah, dan akhirnya dokter ini mengangguk. dia mengambil selang, ingin memasukkannya melalui hidung untuk memasukkan makanan menuju lambung langsung. aku katakan jangan. kasihan, sudahlah cukup satu sakitnya jangan ditambah dengan ini. vito masih mau menelan makanan kataku. setelah berpamitan dengan dokter,dibantu seorang perawat kami membopong vito kembali ke mobil. dengan infus yang masih terpasang vito terbaring lemah, aku duduk disampingnya dan kembali mengelus kepalanya.


aku kembali membopong vito dari mobil, malam itu vito akan tidur di teras atas rumah. aku sudah menutup sekelilingnya dengan kain agar tidak teralu banyak angin. aku membaringan vito di lantai beralaskan seprei cokelat. lalu mengambil tangga untuk menggantung botol cairan infus. malam itu aku duduk disana di teras atas tidak memejamkan mata, bukan untuk berlayar seperti yang biasanya aku lakukan dengan teman-teman. namun menemani vito. 

semalam tidak memejamkan mata dan pagi itu aku mencoba memberikan makanan kepada vito. dan sepertinya ia menolak, dan muntah. aku akan mencobanya nanti siang. hari itu aku tidak kemana-mana memonitor vito sepanjang waktu. malam harinya vito kubaringkan di dalam kandang. aku melihatnya sesekali malam itu dan berteiak dari atas memanggil namanya. dan dia menoleh dengan tatapan sayu tidak seperti vito yang biasanya, vito gagah yang berteriak dan melompat kegirangan saat kupanggil. tidak seperti vito biasa yang bercanda manja dengan bill didalam kandang mereka. mungkin malam itu terakhir kalinya bill akan tidur bersama vito. 

pagi hari selanjutnya aku terbangun pukul stengah 7. mungkin pagi itu pagi terakhir aku melihat vito dikandang besi itu. aku kembali membopong dia, tubuhnya penuh sisa muntahan semalam. mungkin dia semalam mutah karena sakit perutnya. bukan karena kebanyakan minum, kebanyakan menenggak cairan jahat yang sering kulakukan dengan awak kapalku. aku bersihkan sisa muntah itu dan dengan segera aku menyiapkan makanan. vito terbaring lemas di teras rumah, bill berlari bebas di halaman seperti tidak merasaakan vito akan pergi, pandora duduk manis didalam kandangnya, mungkin juga ia tidak menyadari vito akan pergi. sesampainya mengambil makanan aku kembali melihat vito muntah, aku kesal. aku pukul! tapi lalu aku sadar aku elus kembali. aku menyuapi vito, dan sepertinya dia memang menolak. aku sedikit tersenyum bengkak nya mulai mengecil, ahh besok sembuh mungkin dan aku bisa kembali sedikit lega dan pergi bermain. sesudah 9 suapan aku menghentikannya lalu memberikan obat. aku memasukkan obat kedalam mulutnya dan berulang kali terlempar keluar, aku berteriak ahhh! makan! pukul! dan aku memang emosi, gw sayang sama lo tp kok kayak lo ga ada effort buat sembuh! perlahan akhirnya masuk 3 obat itu. aku kembali membopong vito kedalam kandang dan membiarkannya disana. 

aku duduk di teras bawah, sambil melihat dia dari jauh, cepat sembuh vito! aku masih belum menyadari malaikat hitam sedang dalam perjalanan kesini, akan menjemput si gagah itu. aku pergi ke atas untuk mandi lalu beristirahat di kamar. mungkin saat aku mandi, vito berteriak meminta tolong! malaikat hitam memaksanya pergi, menarik lehernya yang sakit. aku tidak mendengar! saat aku berbaring dikamar aku mendengar jeritan dari bawah, "bang vito ga gerak!!!" aku berlari, membuka kandang lalu  memegang dia, tubuhnya masih hangat tetapi sudah kaku. aku mencoba menggoyangnya, dia sudah pergi! malaikat hitam sudah merantai lehernya, menyeretnya dengan kasar, karena dia masih ingin tetap disini.  

aku memberikan sentuhan terakhir. memandikannya untk terakhir kali, entah berapa kali aku memandikannya semenjak dia tinggal disini. namun seingatku, dia terakhir mandi bulan desember. setelah itu dia tidak mandi, kembali aku menyesal! sambil tetap memandikannya, aku melihat tatap matanya yang sudah kosong, namun aku masih dapat menangkap tatapan itu. tolong! aku sakit! lakukan sesuatu! seakan tatapan itu baru saja ditinggalkan secara paksa. aku terus menahan agar kuat. aku malu meneteskan air mata di depan vito yang sudah kaku ini.pitbull memiliki "high pain tolerance" seingatku. vito akan marah darisana melihat aku sedih dan menangis. meskipun sakit yang dia rasa, dia tidak menangis, dan tidak teriak! tidak meneteskan air mata! aku harus seperti itu. walaupun akhirnya pun aku tetap meneteskan air mata. maaf sahabat! maaf kawan! aku lemah!

berkawan 3 orang aku membawa dia menuju tempat dia beristirahat. dia beristirhat bukan di tempat mewah seperti di hills. hanya di sebuah tanah kosong milik papa yang rencananya akan kubuat peternakan dan studio. 2 meter kebawah 1 meter kesamping dibawah pohon mangga yang baru saja ditanam mama, dia tertidur, berselimut seprai cokelat yang memeluknya dari senin lalu. deras air mata dapat kubendung sendiri. doa terlontar secara sporadis dari dalam hatiku, semoga Tuhan mendengar doa ku. untuk sahabatku ini! doaku tidak megancam, hanya memohon tempatkan dia disana bersama bruno, dan kimmy.  

selamat jalan sahabatku, ini obat terbaik buat kamu, kata seorang yang sangat aku sayangi, dan aku mengangguk setuju.  mungkin saat aku menulis ini kau sudah sampai disana. tempat dimana tidak ada ketakutan dan rasa sakit. kau hanya akan berlari terus di taman yang luas. tidak seperti dirumah kita, kau berlari dan harus segera melambat karena teralu sempit. kau juga tidak perlu minum dari ember merah besar itu, yang sering kau dan bill kencingi. kau minum langsung dari sungai deras, dengan air jernih. kau tidak perlu menunggu untuk makan, tidak ada jadwal ketat untuk makan. seingatku saat menimbang terakhhir beratmu 31kg, mungkin akan segera naik cepat saat kau disana.

aku mencoba terus mengingat tentang kamu. tentang bagaimana kamu menjilat, mengendus, manja! kau gagah, kau sangar, namun begitu aku mengelus badan dan kepalamu, kau berguling pasrah seperti anak anjing. luapan air di kantong mataku kembali memenuh. aku akan segera mengakhii tulisan ini, aku benci akhir, aku benci berpisah, aku benci pulang! aku benci pulang, itu ungkapan manja orang yang sangat aku sayangi, aku juga benci. tapi jika pulang dan dapat kembali aku masih dapat menerimanya. jika seperti kau yang pulang dan tidak kembali aku benci! 


memori tentang kamu, akan tetap hidup disalah satu bagian hatiku. kau tetap vito corleone yang gemuk dan gagah. yang berteriak jika ada orang asing. tidak akan ada yang menggantikanmu. aku akan menyampaikan salam terakhirmu kepada om erwin yang membantu mu lahir,ayahmu Aramir, dan Don saudaramu. walau aku pun tidak tahu Don ada dimana sekarang.


papo,mamo,aku,aldi,ofel,iren,caca,keluarga besar Op.tanriko,dan semua yang pernah kenal dan berinteraksi denganmu sangat kehilangan. kau pergi begitu cepat. kita semua sayang kamu. semoga kau tenang dan senang disana sahabat!



untuk sahabat, penjaga serta teman bermain terbaik yang pernah aku miliki.


Vito Corleone Von Guardian




pesan dalam kotak





ku kirimkan pesan ini dari komputer layar datar di meja magangku beberapa waktu lalu, pesan singkat tanpa makna yang dibalas hangat olehmu.kau tidak terlihat jenuh mengetikkan huruf membalas becandaan tololku.

Selasa, 07 Februari 2012

Titik awal




Macbeth V for Vendre
Macbeth V for Vendre
V for Vendre

 Aku sudah sampai disini berdiri tegak merangkul erat-erat kamu. tugas gila itu penyebabnya, membuat kita menghabiskan banyak waktu berpikir dan bekerja bersama. aku masih terikat erat-erat, tetapi aku tetap berusaha agar tidak terlempar dari pikiranmu. tugas dijadikan alasan mengirim pesan, hingga kau akhirnya berubah menjadi spons yang menyerap semua sampah yang aku lempar. 



titik awal gila, yang membuat ini terjadi.

Vito Corleone

Vito Corleone

Vito Corleone

Vito Corleone



Senin, 06 Februari 2012

Jejak piksel




jutaan piksel akan menggambarkan apa yang aku, kamu,dan mereka rasa. tanpa banyak silang huruf dan kata, semua akan tergambar jelas.biarkan kumpulan piksel-piksel ini yang merekam perjalanan aku dan kamu, serta mereka.