siang tadi selularku berdering, sebanyak 6 kali. aku tidak menyadarinya. setelah dering kedelapan
aku baru mengangkatnya. dari ujung telepon aku mendengar berita kepulangan opung, opung yang baru saja minggu lalu aku jenguk. dan aku sempat berbincang sebentar.
aku membatalkan acara yang seharusnya aku lakukan sore ini.
aku sedang dalam perjalanan menuju ke rumah duka, macet jalanan menemani dan menyapa perjalanan ini. selularku tak berhenti berdering, banyak yang menanyakan aku dimana. aku sedang di perjalanan ujarku.
lamunanku membawa aku ke, ke masa kecilku. masa kecil yang diisi tawa dan canda setiap hari. aku ingat bagaimana sosok opung ini pernah mengisi tawa dan candaku. mungkin tidak hanya aku, cucu-cucu lain pun begitu. aku tidak dapat mengingat semuanya, namun satu yang pasti opung ini pernah membuatku tertawa kala itu.
minggu lalu aku melihat ketegaran dan kekuatan di wajah opung ini, walaupun sakit yang diderita tapi aku tidak melihat getir dimatanya. saat aku masuk ke ruang perawatan, aku melihat opung ini berbaring dengan tangan terinfus. "ini tanri opung!" dengan nada agak berat "iyah tan!" begitu aku mendengarnya. aku ingin menjabat tangannya, namun ditolak dia ingin tos saja. luar biasa! sebuah momen dimana aku melihat ia tidak ingin terlihat sakit, ia ingin tetap gagah di depan cucunya, anak muda sepertiku. sebuah semangat yang harus ditiru.
segala karya dan tugasnya praktis berhenti hari ini. tugasnya sebagai seorang ayah, sebagai seorang opung, sudah selesai. Tuhan sudah memintanya kembali untuk melaporkan semua tugas yang sudah dan belum diselesaikan. doa dan harapan agar opung sampai di rumah abadi terucap dari kami semua disini.
kematian adalah sebuah awal kehidupan yang baru
kehidupan abadi di atas sana.
dimana tidak ada lagi kegetiran, tangis, kesakitan, dan air mata
selamat jalan opung,
sampai jumpa di rumah bapa
kenangan akan opung akan tetap hidup di masing-masing hati kami

Tidak ada komentar:
Posting Komentar