aku duduk merenung disudut rumah ini, aku menyaksikan ekspresi sedih, dan jerit perih dari banyak orang. mereka menangis, berteriak! entah apa yang ada di pikiran mereka! hei, dia sudah pergi dengan tenang, jangan kau usik dengan lengkingan tangismu.
aku berhenti.
titik air terlihat di pipi kiriku, membasahi janggut tipisku.
aku tak ubahnya wanita tadi, yang melengking melolong, tetapi didalam kesunyianku.
aku mulai menikmati perayaan ini,
menikmati perjamuan kesedihan yang dihidangkan
suara tangis merupakan melodi indah bagiku,
airmata serupa rintikan hujan yang mengiringi perayaan kematian ini.
aku diam
menikmatinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar