aku mengayuh sepeda merah ini sekuat tenagaku
berkeliling dan berputar menerus
kerikil, rumput, lumpur lalu laut
tak peduli!
terik menyengat punggung dan ketiakku
ku bertahan tidak memaki dan teriak!
terpaan kasar angin malam menghujam rusuk
menusuk hingga ruh ku berontak
aku terus mengayuh dan mempercepat kayuhku
kau terus membidik ku dengan tatapan tajam
menunggu waktu merobohkanku!
sial!
anak panah itu menembus lututku
aku tidak kuat mengayuh, aku terjatuh
tersungkur!
darah segar mengucur dari lutut
aku bertelut!
semoga ini hanya kemelut rekaanku yang mungkin sore nanti akan surut!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar