Kamis, 23 Februari 2012

untuk seorang teman

aku mempelajari banyak hal dari sosok ini, 
tentang pekerjaan, hidup, cinta, keluarga, hobby, bahkan tentang hal remeh mengenai mengapa bau kotoran anjing beda-beda!
bukan, dia bukan ayahku, bukan keluargaku, dia seorang teman yang kujadikan tempat berkeluh, tempat bercerita. aku sudah menganggapnya seperti keluargaku, ayah kedua sebutku!


dia seorang tua berusia 48 tahun, dengan perawakan tinggi, besar, dan selalu merokok disetiap kesempatan. aku sering membawakannya rokok setiap kali ada kesempatan bertemu, dan dia berkata, "lo ikut menyumbang rusaknya paru-paru gw! lalu dia kembali menghisap dalam-dalam rokoknya. -- Terserah lo om, teriakku!


dia mengajarkan, bagaimana berbisnis yang baik. termasuk bagaimana mempersuasi orang agar mengikuti apa yang kita inginkan. menurut dia, "ini karena kekuatan omongan gw, dan gw kasih dia sesuatu yang dia ga bisa nolak, selanjutnya dia akan ikutin mau lo!" Mistik kata gw, sempat terlintas, jangan-jangan ada susuk di bibir bapak tua ini. 


soal cinta, orang ini juaranya. dia bisa mendeteksi kehadiran wanita cantik dari radius jauh, entah itu keahlian, atau memang matanya yang keranjang? bukan, itu hanya anekdotku.  dia mengerti bagaimana mencintai keuarga dengan penuh dan tulus, bahkan ketika dia dalam keadaan terpuruk. dia mengajarkan segala tentang cinta, mirip peramal cinta di televisi.


setiap kali berbincang, aku selalu mempelajari hal baru. dia merupakan seorang marketer hebat pada masanya, dia mengerti luar-dalam dunia marketing. Dan menurut cerita dia membidani lahirnya beberapa program marketing sukses di salah satu Bank di Indonesia, dan Bank tersebut mendapat award karena kenaikan account yang signifikan. Gila! aku hanya terdiam, sambil manggut-manggut mendengar kuliah pagi dari dia tentang marketing. dalam hati, pantes jualan lo laku mulu, lo orang marketing. jadi tahu bagaimana memanjakan konsumen, tahu kebutuhan konsumen. Luar biasa!!!


untuk dia sosok yang aku hormati, dan kagumi
banyak cerita dan ilmu yang aku dapat
dan mungkin saat ini
hanya dapat terbalas dengan beberapa bungkus rokok, dan cangkir kopi dariku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar