Kamis, 12 April 2012

awan hitam diatas tempat ini

awan hitam itu terus saja memayungi tempat ini. sinar mentari yang begitu tajam pun tak kuasa menembus masuk kedalam. bayangan hitam terus berputar perlahan, dalam posisi bertahan bersiap menyerang. Tuhan seakan membiarkan bayangan hitam penghisap kebahagia dan tawa itu berkeliaran bebas. beberapa orang terlihat berkeras melawan, tetapi bayangan hitam itu teralu kuat, kuasa manusia tidak sebanding untuk menghentikan bayang hitam itu. aku melayangkan pandangan ke tempat lain, orang-orang saling bertengkar, menyalahkan mengapa bayangan hitam itu tiba-tiba muncul dan sekejap menghancurkan semuanya. bayangan hitam itu semakin mengganas dan menjadi-jadi, tidak hanya menyelimuti dan sesekali menyerang, namun mulai menyerang secara sporadis. keadaan kacau-balau tidak membuat manusia diam dan tersadar, lalu berpaling merapatkan barisan melawan. mereka terpecah dan tetap saling menyalahkan. mereka semakin terpuruk dan kalah. 
Tuhan membiarkan hal itu terus terjadi, karena tidak ada manusia yang sadar dan melantunkan kidung kepadanya, meminta pertolongan. 

aku tersadar, hanya aku yang tersisa. aku yang masih duduk dan bertelut mendoakan tempat ini, orang-orang ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar